garda_cinta

Mei 15, 2008

DAFTAR ISTILAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — revolusihijau @ 5:43 am

  DAFTAR ISTILAH PERSAMPAHAN

berikut daftar istilah persampahan, semoga berguna ya….

1.      Manajemen Persampahan :

adalah pengelolaan persampahan yang mempunyai lingkup daerah yang disebut sistem, yaitu terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi membentuk kesatuan dan mempunyai tujuan. Bentuk interaksi mempunyai ketentuan dan keteraturan tertentu. Komponen yang mempunyai bentuk tersebut di atas disebut sub sistem sedangkan komponen yang mempunyai tujuan sama tetapi bentuk interaksi tidak mematuhi aturan yang berlaku disebut lingkungan internal. Dalam sistem pengelolaan persampahan dapat dikategorikan menjadi 5 (lima) subsistem (subsistem organisasi, subsistem operasional, subsistem pembiayaan/retribusi dan subsistem pengaturan/hukum serta subsistem peran serta masyarakat yang merupakan komponen lingkungan internal).

2.      Persampahan Perkotaan :

Sisa barang atau benda yang tidak terpakai lagi akibat aktifitas penduduk dari suatu perkotaan  yang   berupa padatan dan bukan termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)  baik berupa anorganik dan organik

 3. Sumber Timbulan Limbah

Adalah sumber penghasil limbah antara lain daerah pemukiman, perindustrian,  perkantoran, perdagangan dan pasar, pertokoan serta kawasan umum lainnya.

4.      Timbulan Limbah

Adalah  jumlah limbah yang dihasilkan pada suatu daerah pada waktu tertentu yang dapat dinyatakan dalam satuan volume dan satuan berat misalnya m3/hari atau ton /hari   atau bisa dinyatakan pula dalam unit satuan timbulan seperti liter/orang/hari atau kg/orang/hari.

5.      Wadah Limbah

Tempat menampung limbah yang tersedia pada setiap sumber timbulan limbah.

6.  Daerah Pelayanan Pengelolaan Limbah

Daerah yang memperoleh pelayanan sistem pengelolaan limbah dari instansi yang berwenang.

7.      Sistem Pengumpulan

Proses pengambilan limbah dari wadah limbah pada setiap sumber timbulan limbah untuk dipindahkan ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau transfer depo terdekat . Termasuk dalam sistem ini adalah sistem penyapuan jalan.

8.      Penyapuan Jalan

Kegiatan penyapuan dan pembersihan jalan dari persampahan disekitar jalan untuk selanjutnya diangkut dengan gerobak/ becak sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) / kontiner  atau truk pengangkut  langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) .

9.      Sistem Pengumpulan Langsung

Proses pengumpulan persampahandari sumber timbulan  dengan menggunakan sarana pengumpul berupa truk untuk diangkut langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA )

10.  Sistem Pengumpulan Tak Langsung

Proses pengumpulan persampahandari sumber timbulan  dengan menggunakan sarana pengumpul berupa gerobak/ becak sampah dimana  sampah di kumpulkan sementara di tempat pembuangan sementara (TPS ) / kontiner atau transfer depo sebelum diangkut dengan menggunakan truk sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA )

11.  Sistem Pemindahan

Proses pemindahan persampahan dari sarana pengumpul ke sarana pengangkut persampahan.

12.  Sistem Pemindahan Tak Langsung

Proses pemindahan persampahan dari sarana pengumpul ke sarana pengangkut persampahandengan dua tahap proses kerja yakni pembuangan limbah dari sarana pengumpul ke lokasi pemindahan, kemudian pengangkutan dilakukan dari lokasi pemindahan ke sarana pengangkut limbah. Proses ini menggunakan sarana pemindahan berupa tempat pembuangan sementara (TPS).

13.  Sistem Pemindahan Langsung

Proses pemindahan persampahan dari sarana pengumpul langsung ke sarana pengangkut persampahanuntuk diangkut ke TPA. Proses ini menggunakan sarana pemindah berupa transfer depo atau kontiner sampah.

14.  Transfer Depo

Tempat pemindahan persampahan dari sarana pengumpul ke sarana pengangkut limbah atau truk pengangkut.

15.  Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

merupakan penempatan sampah ke suatu lokasi yang sifatnya sementara dan nantinya akan diangkut secara kolektif ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

16.  Sistem Pengangkutan

Proses pengangkutan persampahan dari lokasi pemindah ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau dari sumber timbulan limbah padat ( sampah )  ke tempat pembuangan akhir (TPA).

17.  Sistem Pembuangan Akhir

Proses pembuangan dan pengolahan serta pemusnahan limbah di suatu tempat tertentu berupa tempat pembuangan akhir yang telah disediakan oleh pengelola.

18.  Tempat Pembuangan Akhir ( TPA )

Suatu tempat tertentu berupa lahan untuk tempat pembuangan dan pemusnahan serta pengolahan yang  disediakan oleh pengelola.

19.  Sistem Open Dumping ( Lahan Urugan Terbuka )

Sistem pengolahan persampahandi TPA dengan cara limbah dibuang langsung di lahan terbuka tanpa perlakuan lebih lanjut.

20.              Sistem Controlled Landfill ( Lahan Urugan Terkendali )

Sistem pengolahan limbah di TPA dengan cara  menggali tanah untuk penimbunan limbah dan kemudian dilakukan pemadatan serta menutupnya dengan tanah penutup yang dilengkapi dengan instalasi penangkap dan pengolahan lindi /leachate.

21.              Sistem Sanitary Landfill ( Lahan Urugan Penyehatan/Berlapis )

Merupakan pengembangan dari sistem Controlled Landfill, yaitu sistem pengolahan limbah di TPA dengan cara menggali tanah untuk penimbunan limbah dan kemudian dilakukan pemadatan serta menutupnya dengan tanah penutup setiap sampah datang ke lokasi TPA (atau tiap hari), juga dilengkapi dengan saluran drainase, saluran pengumpulan air luruhan (leachate), lapisan tanah dasar, unit untuk pengolahan air luruhan dan pengelolaan gas.

 

SAMPAH?? SAATNYA KITA PEDULI…..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — revolusihijau @ 5:36 am

SAMPAH?? SAATNYA KITA PEDULI…..

         Adalah suatu keniscayaan bahwa dengan bertambahnya penduduk, maka sampah yang dihasilkannya pun akan bertambah pula seiring dengan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Selain itu dapat pula dicermati bahwa jenis dan kualitas sampah juga bertambah seiring dengan kehidupan masyarakat yang cenderung konsumeristis. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah memacu kemampuan untuk mengelola sampah dengan baik dan benar berdasarkan pengetahuan yang sebetulnya relative minim. Namun sayang, niat baik pemerintah itu masih jauh dari memadai bila diukur dari sistem dan metode pengelolaan sampah yang efektif, aman, sehat, ramah lingkungan, dan ekonomis. Bahkan pada umumnya penanganan sampah ini masih terkesan sesuatu yang business as usual dan rutin yang memandang sampah sebagai barang buangan yang menjijikkan. Sehingga penanganannya pun dipahami hanya sebatas urusan memindahkan, membuang, dan memusnahkan dengan cara yang sangat tidak aman dan cenderung mencemari lingkungan. Penistaan terhadap sampah merembet juga kepada orang-orang yang berkecimpung di bidang persampahan. Sangat minim apresiasi yang diberikan kepada mereka yang bekerja di sektor persampahan, seperti pemulung, petugas kebersihan, pelapak dan sebagainya. Kesan hina dan meremehkan masalah sampah dan pekerja sampah tercermin pula dari minimnya perhatian dan cukup tersedianya kebijakan-kebijakan, perencanaan, program-program, anggaran dan kredit yang memadai untuk menangani sampah secara serius, sistematis, dan terukur. Sampah baru menjadi perhatian belakangan ini setelah timbulnya ledakan kasus dan bencana, seperti terjadi di Bantargebang, Bojong Gede, dan Leuwi Gajah.

         Keadaan demikian itu membawa akibat semakin beratnya tekanan terhadap media lingkungan, yang pada gilirannya mengharuskan dilakukannya pergeseran pendekatan dari pendekatan ujung-pipa (end-pipe of solution) ke pendekatan sumber. Dengan pendekatan sumber, maka sampah ditangani pada hulu sebelum sampah itu sampai ke tempat pengolahan akhir (hilir). Pada prinsipnya, pendekatan sumber menghendaki dikuranginya produk sampah yang akan dikirim ke tempat pengolahan akhir, dengan cara, antara lain, penerapan 4R (replace, reduce, re-use, recycling). Dengan pergeseran pendekatan dalam pengelolaan sampah berarti pula perubahan paradigma pengelolaan sampah.

         Dengan pergeseran pendekatan dan perubahan pradigma, maka pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah, pengumpulan, pengangkutan dan penanganan akhir sampah yang dilakukan secara terpadu. Keterpaduan di sini adalah suatu bentuk transformasi pendekatan ekosistem ke dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. Pengelolaan sampah secara terpadu berarti bahwa dalam mengelola sampah harus diperhatikan segala aspek yang terkait sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.

         Hal lain adalah bahwa pengelolaan sampah kerap kali dipahami secara parsial, yaitu dari aspek sampah an sich. Pengelolaan sampah jarang sekali dipahami dari spektrum yang lebih luas, integral dan holistik, yaitu sampah dikelola tidak berdasarkan aspek kebersinggungan dan keterkaitannya secara erat dengan aspek-aspek lain, seperti kesehatan, tata ruang, pendidikan, politik dan kamtibmas, kemiskinan, peluang usaha, investasi, produksi, teknologi, ketenagakerjaan, serta lingkungan hidup.

         Dari kacamata pemerintahan, kerapkali pengelolaan sampah dipahami sangat sektoral, yakni hanya dikelola oleh Dinas Kebersihan saja, dan berorientasi keproyekan, yakni masalah sampah menjadi dasar dan alasan Dinas berwenang untuk memunculkan usulan-usulan proyek seputar pengelolaan sampah. Hal ini kerap diperparah oleh suatu pemahaman bahwa pengelolaan sampah hanya sebatas pada bagaimana menarik dana sebanyak mungkin dari retribusi sampah. Di lain pihak pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pembayar retribusi amat minim, misalnya keluhan lamban dalam pengumpulan sampah, di TPS dibiarkan beserakan, diangkut dengan truk yang berceceran dsb. Padahal dalam pengelolaan sampah tidak hanya murni ekonomi dan bersifat komersial (profit motive), tetapi juga menghadirkan aspek pelayanan umum (public service) yang merupakan tanggung jawab pemerintah/instansi publik. Dengan demikian ada kejelasan tanggung jawab sosial (social responsibility), tanggung jawab hukum (liability), dan terpenuhinya kewajiban adanya akuntabilitas publik (public accountability).

Seulas Salam dan Senyum…

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — revolusihijau @ 5:19 am
Seulas Salam dan Senyum

Blog Ini Saya Buat Sebagai Bentuk Penghormatan  Yang Luar Biasa Kepada Siapapun Di Dunia Ini Yang Terus Berjuang Dan Terus Berusaha Sekuat Tenaga Melakukan Segala Daya Upaya Menyelamatkan Lingkungan. Mungkin Apa Yang Saya Tulis Di Sini Adalah Hal Yang Sepele Dan Bukan Sesuatu Yang Luar Biasa, Tetapi Semoga Blog Ini Bisa Menjadi Bagian Dalam Revolusi Pengelolaan Lingkungan Hidup Yang Makin Rusak…We Need Big Ideas For This Small Planet……..Mari Bergandeng  Tangan Selamatkan Lingkungan….

 

Mei 8, 2008

Hello world!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — revolusihijau @ 2:01 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com.